Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai bahwa Pocari Sweat Run 2026 menjadi salah satu contoh acara olahraga yang dapat menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga.
“Event ini tidak hanya menarik ribuan pelari, tetapi juga menghadirkan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha kerajinan lokal," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dalam konferensi pers bertajuk “Press Conference POCARI SWEAT Run 2026” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada Kamis (22/1), Ni Luh menyebut ajang lari itu menjadi contoh nyata bagaimana wisata olahraga dapat menjadi penggerak ekonomi yang efektif.
Lewat acara itu diketahui minat terhadap olahraga khususnya lari terus meningkat signifikan. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014 dengan 5.150 peserta, tercatat naik sebanyak 55.435 peserta di tahun 2025 ketika digelar secara hibrid.
Ia turut menyampaikan bahwa penyelenggaraan event olahraga berskala besar yang dikemas secara profesional dapat memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga.
Hal ini diyakini mampu menarik minat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang dan berpartisipasi dalam berbagai ajang olahraga di Tanah Air.
“Dalam satu event, peserta setidaknya akan tinggal selama tiga hari atau bahkan lebih. Jika terjadi pergerakan peserta dari satu kota ke kota lain, mereka juga dihitung sebagai wisatawan. Dampak ekonominya tentu akan sangat besar,” katanya.
Wamenpar juga mengapresiasi pemilihan Lombok dan Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan yang dinilai memiliki karakter berbeda dan saling melengkapi.
Menurutnya Lombok dikenal dengan kekuatan budaya dan keindahan alamnya, sementara Bandung merepresentasikan karakter kota urban yang dinamis. Dua karakter ini akan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi peserta dan menjadi daya tarik tersendiri.
Event ini turut membantu promosi Lombok sebagai destinasi pariwisata prioritas dan Bandung sebagai bagian dari pengembangan destinasi pariwisata regeneratif Jakarta.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap ke depan Indonesia memiliki rangkaian ajang lari berskala internasional di beberapa kota besar.
“Di dunia internasional, banyak pelari berlomba mengumpulkan medali major marathon seperti New York Marathon, Tokyo Marathon, dan Berlin Marathon. Saya berharap Indonesia juga memiliki rangkaian serupa, mungkin di lima kota. Ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang sangat baik,” kata Erick.
POCARI SWEAT Run 2026 akan digelar di dua lokasi, yakni Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 11–12 Juli 2026 dan Bandung, Jawa Barat tanggal 19–20 September 2026.
Penyelenggara menargetkan partisipasi sekitar 60.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendaftaran peserta POCARI SWEAT Run 2026 akan dibuka pada 27 Januari 2026 untuk lokasi Lombok dan 2 Februari 2026 untuk lokasi Bandung.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026